Saturday, September 6, 2008

Just a thought

Satu hari ustazah masuk kelas. Macam biasa. Nak ajar Pendidikan Islam. Tapi sebelum itu ustazah bagi tazkirah ringkas.

Merendahlah diri serendah mutiara di lautan dan tuntutlah ilmu setinggi bintang di langit.
Itu sahaja tazkirah ustazah tapi yang paling saya ingat sampai ke hari ini dan InsyaAllah sampai ke waktu saya kembali kepadaNya.
Hurm..
Betullah kata pepatah Melayu: Ikutlah resmi padi, makin berisi makin tunduk. Jangan ikut resmi lalang, makin berisi makin tegak.
Pernah suatu hari, saya bersembang dengan seorang kawan (seriously tak ingat siapa). Tapi apa yang saya dengar dari kawan saya itu dia kata sebenarnya manusia ini apabila dia semakin berilmu, dia akan semakin merendah diri.
Maka, fahamlah saya yang manusia ini jikalau hendak dinilai tahap ilmunya, lihatlah ke dalam dirinya. Bukan luarann, tapi tenung dengan mata hati. Sememangnya hakikat menuntut ilmu itu apabila semakin banyak dipelajari, semakin banyak benda yang tak diketahui.

Semakin dalam mutiara itu di dalam lautan, semakin berharga nilainya. Maka, belajarlah merendah diri. Bintang sudah sememangnya sangat jauh dari manusia. Maka, tuntutlah ilmu setinggi tu.

Renung2kan dan selamat beramal.

p/s: tengah boring..

Sunday, August 24, 2008

Fall 2008 - Sophomore already

Nervous2.. tomorrow is the first day for the Fall 2008 semester. I'm gonna be in sophomore year.
Look ahead for a better achievement in everything and pray for the good way of life. InsyaAllah, everything will gonna be smooth.

Good luck everyone in everything you do.

"Life is interesting if there is problem interrupt but it could be more interesting if we take the problem as a challenge and manage to solve it. There is only one way to solve it. PATIENCE."

Friday, August 15, 2008

Boneca - Cela

Rabak mata ku
Pena menari-nari
Tinta berdarah
Kata membara-bara

Masanya ku bernafas
Ini terakhir kali
Puas sudah ku sesak
Dalam dunia sempit

Dulu tersungkur
Kini berdiri
Kau bermain api
Kini ku bakari

Dulu menunduk
Kini ku celik
Kau bermain api


Engkau mahu sempurna
Engkau jadi sempurna
Biar aku bahagia dengan cela ku
Engkau mahu malaikat
Turun dari kayangan
Biar aku bahagia dengan cela ku
Mengapa
Tidak engkau cermin saja
Diri mu yang sempurna, mempesona
Ku bahagia dengan cela
Mengapa
Tidak kau bercinta saja
Dengan diri mu yang sempurna, mempesona
Ku bahagia dengan cela
Siapa yang mampu mencapai mahu mu
Bilamana kau juga seorang manusia?